Peluncuran Data dan Informasi Bencana Provinsi DI Yogyakarta
"Data dan informasi bencana merupakan salah satu faktor utama dalam penanggulangan bencana. Karena dengan tersedianya data informasi bencana maka dapat membantu para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk memfokuskan diri terhadap upaya-upaya pengurangan risiko bencana di wilayah rawan bencana dan dapat membuat perencanaan program-program penanggulangan bencana dengan lebih baik, komprehensif dan integratif." - Gubernur DI Yogyakarta, yang diwakili oleh Wakil Gubernur Prov. DI Yogyakarta, dalam peluncuran Sistem Data dan Informasi Bencana Provinsi DI Yogyakarta, 31 Juli 2009. Dalam pengembangan sistem Data dan Informasi Bencana Provinsi DI Yogyakarta ini, BNPB dengan didukung oleh SCDRR telah menyepakati bahwa DIY menjadi provinsi yang menjadi target pelaksanaan kegiatan DIBI, pada akhirnya diharapkan dapat membantu memberikan dukungan lain dari SCDRR kepada pemerintah DIY yaitu dalam rangka pembuatan Rencana Aksi Daerah (RAD) yang salah satu komponent penyusunnya adalah data historis kejadian bencana yang telah lalu.
Kegiatan DIBI untuk provinsi DI Yogyakarta sendiri telah dimulai dengan diadakannya pelaksanaan acara Sosialisasi yang diadakan pada tanggal 27 Juni 2009 dan dihadiri oleh perwakilan dari instansi, dinas, universitas dan LSM lokal setempat dimana pada acara ini telah ditunjukkan pula kepada peserta Sosialisasi draft DIBI untuk Provinsi DIYogyakarta yang sudah disesuaikan dengan konteks lokal.
Proses koleksi data kejadian bencana sendiri yang menjadi salah satu tujuan pelaksanaan kegiatan DIBI telah terlebih dahulu dilaksanakan sebelumnya oleh Kesbanglinmas dimana data yang telah dikumpulkan mereka sampai saat ini adalah data sampai tingkat desa. Hanya saja periode tahun pengumpulan data kejadian bencana yang dikumpulkan ini hanya sampai periode tahun 2003 dan sifatnya rekapitulasi. Berkaitan dengan proses koleksi data 30 thn DIBI, prosesnya telah dilaksanakan oleh enumerator lokal yang telah dikontrak oleh PPMU SCDRR setempat. Enumerator telah mengadakan proses pengumpulan data di tingkat Satlak yang mana data yang mereka kumpulkan ini nantinya akan disatukan dengan data historis kejadian bencana yang dimiliki institusi lain seperti dari universitas UPN.
Data yang telah dikumpulkan oleh enumerators kemudian di validasi dan diverifikasi melalui Focus Group Discussion yang dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2009, dengan melibatkan pemangku kepentingan baik instansi pemerintah, universitas dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Hasil dari verifikasi tersebut disepakati bahwa DIBI yang memuat data historis menggunakan data dari UPN yang diverifikasi dan disesuaikan dalam konteks lokal. Sehingga data-data tersebut kemudian di input menggunakan metode Desiventar.
|